Membangun Fondasi yang Tepat:
Ketahanan, Infrastruktur, dan Kepercayaan bagi Masa Depan AI Indonesia
Yang Dapat Diharapkan
Seiring semakin banyaknya bank di Indonesia yang mengotomatiskan rantai failover dan mengadopsi proses berbasis AI, definisi ketahanan pun berubah. Sesi networking dan berbagi pengetahuan secara eksklusif ini mempertemukan para CIO, CISO, CTO, serta pemimpin infrastruktur dan penyampaian aplikasi dari sektor keuangan terkemuka di Indonesia untuk membahas realitas praktis dalam memodernisasi sistem-sistem kritis.
Tata Kelola Entitas Non-Manusia
Tetapkan pengawasan manusia dan kontrol akses yang jelas bagi agen AI dan identitas mesin yang mengotomatiskan rantai failover Anda.
Buktikan Pemulihan Anda
Terjemahkan waktu aktif sistem yang bersifat teknis menjadi data dampak terhadap nasabah yang dapat diaudit, sebagaimana dituntut oleh standar pelaporan OJK.
Modernisasi Sistem Legacy
Beralihlah dari perbaikan sementara dan latihan simulasi menuju arsitektur tangguh yang mampu menopang volume transaksi sesungguhnya.
Rilis dengan Percaya Diri
Rilis layanan baru dan AI dengan lebih cepat, dengan keyakinan bahwa semuanya berfungsi sebagaimana mestinya, serta bangun kualitas ke dalam proses tanpa memperlambat penyampaian.
Dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat miliaran anomali siber dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang semakin memperketat perhatiannya pada rantai pasok digital, tekanan terhadap bank-bank di Indonesia telah berubah secara mendasar.
Memulihkan sistem setelah gangguan saja tidak lagi cukup. Lanskap ancaman saat ini, yang diperumit oleh shadow AI, penyedia pihak ketiga yang saling terhubung, dan solusi sementara pada sistem TI legacy, menuntut pendekatan baru. Regulator maupun nasabah menuntut bukti pemulihan yang dapat diverifikasi, tata kelola yang ketat atas agen non-manusia, jaminan bahwa layanan baru dan rilis AI akan berfungsi sebagaimana mestinya, serta akuntabilitas yang jelas ketika data sensitif berpindah melalui layanan eksternal selama krisis.
Mandat OJK yang Lebih Ketat
Regulator tidak lagi berhenti pada waktu aktif dasar. Mereka menuntut ketahanan yang dapat diverifikasi dan akuntabilitas yang ketat di seluruh rantai pasok digital Anda.
Permukaan AI yang Tidak Terkendali
Otomatisasi yang pesat dan adopsi AI pihak ketiga telah menciptakan titik buta kritis yang memerlukan tata kelola dan visibilitas segera.
Titik Kritis TI Legacy
Perbaikan sementara dan solusi tanpa dokumentasi tidak lagi mampu menopang volume transaksi nyata saat krisis.
Rilis Lebih Cepat, Lebih Aman
Bank berlomba meluncurkan layanan digital dan layanan berbasis AI yang baru, tetapi banyak yang masih bergantung pada sistem inti legacy, pengujian manual, dan data nasabah yang tersebar di berbagai sistem terpisah. RP3I OJK 2026–2030 dan BSPI 2030 Bank Indonesia sama-sama menunjuk pada tantangan yang serupa: mengintegrasikan teknologi baru dengan sistem legacy, menjaga AI tetap andal dan dapat dijelaskan, serta membangun di atas data yang tepercaya. Merilis kapabilitas baru dengan cepat tanpa memengaruhi kualitas layanan kian sulit dilakukan.
Seiring bank berlomba meluncurkan layanan digital dan layanan berbasis AI yang baru, banyak di antaranya masih bergantung pada sistem inti legacy, pengujian manual, dan data nasabah yang tersebar di berbagai sistem terpisah. Penerapan AI dalam produksi sebagian besar masih berfokus pada penilaian risiko, dan merilis kapabilitas baru dengan cepat tanpa memengaruhi kualitas layanan kian sulit dilakukan.
Mengacu pada perhatian RP3I OJK 2026–2030 terhadap integrasi teknologi baru dengan sistem legacy serta keandalan dan keterjelasan AI, dan pada penekanan BSPI 2030 Bank Indonesia terhadap data tepercaya serta keseimbangan antara inovasi dan pelindungan konsumen, sesi ini membahas cara bank merilis layanan baru dan AI lebih cepat dengan keyakinan bahwa semuanya akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Banyak bank masih mengandalkan sistem inti yang telah digunakan selama puluhan tahun dan ditopang oleh solusi sementara yang menambah kompleksitas serta menyulitkan modernisasi. Namun, mengubahnya pun membawa risiko operasional tersendiri. Mengacu pada perhatian RP3I OJK 2026–2030 bahwa gangguan pada satu titik dalam ekosistem digital perbankan dapat memengaruhi operasional dan kepercayaan nasabah, serta penekanan BSPI 2030 Bank Indonesia pada pengurangan risiko operasional dan titik kegagalan tunggal dalam infrastruktur pembayaran, sesi ini membahas cara bank memodernisasi tanpa menambah risiko baru. Regulator dan pemimpin perbankan akan bertukar perspektif tentang modernisasi bertahap tanpa mengganggu layanan, pengurangan ketergantungan pada vendor, dan upaya menjaga kendali atas sistem serta pihak eksternal yang terhubung dengan lingkungan legacy.
Seiring bank menghubungkan lebih banyak perangkat AI, proses otomatis, dan layanan pihak ketiga ke sistem inti, identitas non-manusia seperti agen AI, API, akun layanan, dan integrasi bertambah dengan cepat, sering kali melampaui kontrol yang dirancang untuk mengaturnya. Masing-masing dapat mengakses data nasabah yang sensitif di sistem inti, folder bersama, dan perangkat kolaborasi, sering kali tanpa sepengetahuan bank mengenai jenis data tersebut maupun siapa yang dapat mengaksesnya.
Dengan UU PDP yang mewajibkan bank mengetahui lokasi data pribadi dan siapa yang dapat mengaksesnya, penekanan RP3I OJK 2026–2030 pada ketahanan digital, serta fokus BSPI 2030 Bank Indonesia pada data tepercaya, bank memerlukan visibilitas yang jelas atas data sensitifnya dan atas perangkat AI maupun mesin mana saja yang dapat mengaksesnya.
Sesi ini membahas cara bank menjaga visibilitas dan pengawasan manusia atas aktivitas mesin. Para peserta akan bertukar pandangan tentang cara mengetahui lokasi data sensitif, membatasi akses agen AI dan akun layanan, serta mencegah pembagian data berlebih sebelum GenAI dan otomatisasi berkembang lebih jauh.
Ruangan Terkurasi bagi Para Pemimpin Senior Teknologi Perbankan
Sesi ini mempertemukan para CISO, CRO, CIO, dan kepala senior bidang infrastruktur, risiko, kepatuhan, pengembangan aplikasi, jaminan kualitas, dan sistem inti perbankan dari lembaga keuangan di Indonesia. Paket partnership tersedia untuk jalur keamanan, infrastruktur, data, dan penyampaian perangkat lunak.
Informasi Lokasi
Semua yang Perlu Anda Ketahui
Pertanyaan praktis seputar Membangun Fondasi yang Tepat, 10 November 2026, Indonesia.



